Minggu, 13 Juli 2025

Analisis Kesyariahan Produk-Produk Pembiayaan Perbankan Syariah

 Oleh: Muhammad Baiquni Syihab

A.     Pendahuluan

Perbankan adalah salah satu lembaga keuangan terpokok yang membuat uang dalam skala besar dapat terus berputar dalam perekonomian nasional. Analogi urgensitas lembaga ini tidak ubahnya seperti darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa perbankan, uang tidak akan mudah membuat siklus roda perekonomian dapat berputar lancar, karena produksi barang akan turun disebabkan perusahaan tidak mendapatkan uang (modal) dengan mudah dari pengumpulnya, yaitu bank dan pasar modal. Namun konsep perputaran uang seperti ini baru ada dalam konsep negara bangsa.

Perbankan dan pasar modal sebagai lembaga keuangan tidak dikenal di dalam Islam dan sejarah peradaban Islam. Lembaga perbankan dan pasar modal justru lebih dekat keberadaannya dengan peradaban barat. Sedangkan keberadaan perbankan Islam memang nyatanya muncul karena tuntutan pasar, bukan tuntutan dari hukum di sebuah sistem politik yang berlaku di sebuah negeri. Bank Muamalat Indonesia misalnya yang memerlukan izin yang tidak mudah dalam pendiriannya ketika mengawali kemunculan perbankan syariah di Indonesia.

Sultan Ground Yogyakarta Hadiningrat dalam Pandangan Ekonomi Islam

 


Oleh: Muhammad Baiquni Syihab

 

Sejarah Yogyakarta

Diketahui bersama bahwa sejarah pemerintahan Islami pertama di tanah Jawa ini ada di tangan Kesultanan Demak yang berdiri pada tahun 1475, pada saat yang sama, peradaban Islam yang maju di Asia Barat dan Eropa Timur berada dibawah kepemimpinan Sultan Mehmed II (Alfatih) W 1481. Adapun Raden Patah walaupun bukan sebagai Khalifah kaum muslimin jawa namun ia sebagai kepala negara pertama kesultanan demak yang diangkat oleh walisongo dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar pada tahun 1478. Beliau adalah putra Brawijaya raja terakhir Majapahit yang beragama Hindu.

Jumat, 02 September 2022

MEMBANGUN KETAHANAN NASIONAL MELALUI PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN

 Oleh: Muhammad Baiquni Syihab


       1.       Pendahuluan

Dalam konteks penyelenggaraan pertahanan negara, pertanian dan ketahanan pangan merupakan satu kesatuan integral. Pertanian merupakan jantung pertahanan bagi ketahanan pangan Indonesia saat ini. Selain itu juga,  pertanian adalah sektor utama penyedia bahan pangan, Meninggalkan sektor pertanian dalam pembangunan nasional, terutama dalam ketahanan pangan akan membawa bangsa ini kepada krisis.

Berbagai bentuk krisis pangan telah terjadi selama ini yang merupakan bukti bahwa lemahnya sektor pertanian dalam pemenuhan pangan di Indonesia, sehingga mengakibatkan banyak terdapat keluarga petani Indonesia yang ketahanan pangannya rendah yang mengakibatkan kemiskinan bahkan menimbulkan penyakit kekurangan gizi pada anak-anak dan penyakit busung lapar. Sehingga solusi terhadap persoalan pangan ini akan selalu terkait dengan masalah kemiskinan dan kelaparan.

PRAKTEK EKONOMI ISLAM OLEH UMAR BIN KHATTAB SEBAGAI KEPALA NEGARA

 Oleh: Muhammad BAiquni Syihab

 

A.     Tentang Umar Bin Khattab ra.

Beliau adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Kaab bin Luay.[1][1] Nasab Kaab bin Luay inilah yang mempertemukan beliau dengan nasab Rasulullah saw.

Umar bin Khatab masuk Islam pada usia 26 tahun, 3 hari setelah keislaman  Hamzah bin Abdul Muthalib, yaitu pada tahun ke-3 kenabian Muhammad saw. Pasca keislaman Umar dan Hamzah, metode dakwah Nabi saw berubah, dari yang tadinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi menjadi dilakukan secara terang-terangan diserukan kepada seluruh masyarakat Mekah. 

Senin, 14 Juni 2021

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA HIDUP MUSLIM DAN NON MUSLIM DI DUA KEKUASAAN NEGARA BERBEDA (ISLAM DAN NATION STATE DEMOKRASI)

Oleh: Muhammad Baiquni Syihab

 

A.   Pendahuluan

Perbedaan antara manusia dan hewan ada pada akalnya sedangkan unsur penopang kehidupannya tetap sama, dan itu terdiri dari dua unsur; yaitu kebutuhan jasmani (hajatun ‘udhowiyah) dan naluri (gharizah). Hajatun ‘udhowiyah ada pada manusia dan hewan, dan naluri pun demikian ada pada manusia dan hewan.[1] Namun akal fikiran hanya ada pada manusia, sedangkan hewan tidak memilikinya. Oleh sebab itu Aristoteles (384-322 SM) mengatakan bahwa manusia adalah hewan yang berfikir (hayawanun natiq).[2]

Minggu, 16 Mei 2021

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI MATEMATIKA EKONOMI

 Oleh: Muhammad Baiquni Syihab

 Abstrak

Stephen William Hawking adalah guru besar matematika di Universitas Cambrige, namun ia mendaklarasikan diri sebagai seorang ateis. Demikian juga Albert Einstein, ilmuan Matematika – Fisika abad 20 yang walaupun beragama, namun ia seorang non muslim. Adapun al Khawarizmi, seorang matematikawan pada abad 9 sebagai penemu angka 0 adalah seorang muslim. Demikian juga al Biruni, matematikawan yang mampu mengukur diameter Bumi pada abad 11, dan dia juga adalah seorang muslim.